Opini

Jumat, 19 April 2019 - 10:57 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Upaya KPU Kota Kediri Dalam Menekan Angka GOLPUT Serta Memberikan Pendidikan Politik Pada Masyarakat

Oleh : Suhartono*

Suhartono (Sekretaris KPAD kota kediri)

Pemilihan umum merupakan salah satu bentuk paritisipasi politik sebagai perwujudan dari kedaulatan rakyat, karena pada saat pemilu itulah, rakyat menjadi pihak yang paling menentukan bagi proses politik di suatu wilayah dengan memberikan suara secara langsung.

Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 menyatakan : “bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang- Undang Dasar”. Amanat konstitusi tersebut untuk memenuhi tuntutan perkembangan demokrasi yang sejalan dengan pertumbuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pemilihan umum tahun 2019 merupakan pesta demokrasi dalam rangka memilih presiden dan wakil presiden, DPR RI,DPD RI, DPRD propinsi dan Kab/Kota, peran rakyat sangat menentukan atas terselenggaranya serta terwujudnya pemimpin, wakil rakyat yang mampu membawa negara yang lebih baik lagi. Sehingga partisipasi masyarakat harus paling di maksimalkan agar tidak terjadinya Golput. Hal ini menjadikan penting bagi penyelenggara pemilu membuat langkah serta upaya dalam rangka menekan angka GOLPUT.

Upaya yang dilakukan KPU Kota Kediri adalah dengan membuat relawan Demokrasi sebagai kepanjangan tangan KPU dalam memberikan pendidikan politik pada masayarakat. Karena dengan adanya Relawan demokrasi ini sangat membantu untuk menyampaikan informasi agar tidak golput, masyarakat juga tidak apatis pada Pemilu, serta memberikan pembelajaran bagaimana tata cara menjoblos, dari langkah itulah maka partisipasi masyarakat akan semakin meningkat dari pemilu sebelumnya.

Selain itu, kerja sama antar lembaga, organisasi serta komunitas juga dilakukan oleh KPU, baik kegiatan besar maupun kecil sebagai langkah untuk sosialisasi pemilu baik kepada internal lembaga maupun pada masyarakat, seperti yang dilakukan KPU kerjasama dengan lembaga PaLM (Paguyuban Lintas Masyarakat) Kediri Raya, merupakan komunitas pemuda lintas agama ini juga sangat efektif mensosialisasikan tentang pemilu pada lintas agama, selain itu juga ada deklarasi anti Hoax sebagai bentuk untuk memberikan pemahaman pada masyarakat tentang bahaya ujaran kebencian serta berita bohong.

Dalam acara kerjasama dengan Paguyuban lintas masayarakat banyak unsur yang terlibat pada acara tersebut selain tokoh pemuda, diantaranya tokoh Agama Islam, Protestan, Hindu, Katholik dan juga dari penghayat dan kepercayaan kota kediri.

Tidak kalah pentingnya, dari Pemerintah Daerah, Polri, TNI juga ikut serta dalam acara deklarasi hoax serta sosialiasasi pendidikan politik, acara yang dilaksanakan di taman sekartaji ini mampu membuat mahnet pada masyarakat untuk hadir dan menyaksikan.

Selain bekerjasama dengan PaLM, juga dengan Karang Taruna yang acaranya di kemas dengan kegiatan FGD (Focus Group Discaurs) melibatkan tokoh tingkat kecamatan. Kegiatan tersebut di bikin santai tetapi dapat mengena baik dalam pendidikan politiknya maupun kesadaran anggota untuk berperan aktif dalam pemilu.

Tidak kalah menariknya, kerjasama yang dilakukan dengan lembaga WPA (Warga Peduli AIDS) Merupakan komunitas yang bergerak di bidang kesehatan dalam rangka menanggulangi HIV/AIDS. Komunitas ini lebih dominan Ibu-ibu yang berperan aktif kegiatan sosial, bentuk kegiatannya selain hanya sosialisasi juga ada simulasi dengan tujuan anggota WPA lebih faham tata acara mencoblos yang benar.

Selain itu, juga menggandeng lembaga PPA (Perlindungan Perempuan dan anak) pada tingkat kecamatan, yang diadakan di kelurahan Pesantren, ada bentuk sosialiasi yang kreatif yang di lakukan oleh relawan Demokrasi, yaitu melalu kuis berhadiah, untuk melihat sejauh mana masyarakat mengetahui tentang pemilu.

Lebih jauh lagi, KPU membuat terobosan pada komunitas yang dianggap sering di kesampingkan oleh masyarakat lain, bisa di katakan termarginalkan, ini bentuk kegiatannya juga sosialisasi dan simulasi, acara yang dihadiri tidak begitu banyak dari komunitas, karena juga kadang malu serta tidak percaya diri dilaksanakan di Sekolah Alam yang ada di mojoroto, agar dalam proses belajar tentang pendidikan politik ini lebih rilexs, santai karena suasana alam yang sangat sejuk.

Sosialisasi ini dalam rangka untuk memberikan pemahaman pemilu pada komunitas yang kurang di sentuh,
Sosialisasi tidak hanya di lakukan di lembaga, komunitas ataupun yang bersifat terbatas, tetapi juga dengan pengguna jalan, dengan memberikan brosur serta memberikan pengarahan. Sehingga diharapkan seluruh masyarakat tidak ada yang ketinggalan tentang pemilu pada tahun 2019, dan angka golput bisa diminimalisir, yang akhirnya partisipasi masyarakat dalam menyalurkan suaranya semakin banyak.

 

*Penulis:
Nama : Suhartono
TTL : Kediri, 1 Mei 1983
Alamat : Kel. Betet Kec. Pesantren Kota Kediri.
Aktif : Sekretaris KPAD kota kediri, Pengawas Prodamas, Korlap FKDM Kediri, Karang Taruna, Lembaga PaLM, Ansor, Lesbumi NU.


Artikel ini telah dibaca 103 kali

Loading...
Baca Lainnya