Berita Peristiwa

Sabtu, 25 Mei 2019 - 00:29 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Tadarus Ilmu Ramadhan Lakpesdam NU Kabupaten Blitar

Tadarus Ilmu Ramadhan Lakpesdam NU Kabupaten Blitar

Lakpesdam NU Kabupaten Blitar, Gelar Tadarus Ilmu Ramadhan

MATABLITAR.COM– Kekhusyu’an bulan Ramadhan tahun ini dimanfaatkan dengan berbagai kegiatan positif bernuansa spiritual oleh berbagai elemen masyarakat.

Salah satunya seperti yang dilakukan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Blitar, Jumat (24/5/2019) malam di Pendopo Islam Nusantara (Pinus).

Heri Setiyono Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Blitar mengatakan alasan pihaknya menggelar tadarus ilmu ramadhan selain menambah wawasan, juga untuk melestarikan budaya kajian khususnya dilingkungan warga Nahdliyin.

Heri menjelaskan, setidaknya selama Ramadhan tahun ini sudah beberapa kali dilaksanakan Tadarus Ilmu Ramadhan, dengan tema yang berbeda beda, waktunya sehabis Taraweh sampai selesai. Sedangkan tadarus malam ini mengambil tema Membongkar Kerancuan (ajaran) Wahabi.

“Kita mengamati tema membongkar kerancunan pemikiran (ajaran) salafi wahabi agar generasi muda khususnya aktivis NU peka dengan penyebaran wahabi,” katanya.

Sementara Abdul Rouf aktivis Lakpesdam NU Kabupaten Blitar yang menjadi pemateri dalam tadarus ilmu ramadhan itu juga mengatakan, pemikiran ajaran salafi wahabi sekarang ini penyebarannya banyak melalui media sosial yang mudah dijangkau masyarakat umum.

“Faham wahabi penyebarluasannya sangat kencang, kelompok konservatif sering sekali membuat konten yang meresahkan meskipun tidak provokatif. Mereka mengadili keberagaman dengan pandangan tunggal,” katanya.

Konten-konten kelompok Wahabi dengan pandangan konservatif, kata Rouf, jelas membahayakan keberagaman. Konten mereka cukup meresahkan karena pandangan konservatif tidak cocok bagi masyarakat yang sangat beragam di Indonesia.

“Mereka juga antimultikulturalisme. Misalnya musik haram. Penafsiran salafi wahabi cenderung dengan dalil-dalil dan tradisi nabi versi mereka,” katanya.

“Kita teman-teman NU bergerak dengan semangat Islam yang ramah dan tidak provokatif, dan juga tidak konservatif. Kita membendung bagaimana konflik tidak terjadi karena konten negatif di media sosial,” tutupnya.

 

Reporter : Sulis Sindu

Editor : Fikri


Artikel ini telah dibaca 135 kali

Loading...
Baca Lainnya