Edukasi

Senin, 15 Juli 2019 - 09:21 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Ingin Bantu Anak Tentukan Jurusan Kuliah? Inilah Tips nya

MATABLITAR.COM- Memilih jurusan dan universitas impian, tidak bisa dianggap enteng. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan bagi anak maupun orangtua. Terburu-buru dalam menentukan jurusan serta universitas bisa menjadi masalah dikemudian hari. Masalah bagi si anak maupun bagi orangtua.

Tak jarang bagi sebagian Mahasiswa yang saat ini kuliah, mereka merasa asing dan aneh dengan jurusan yang mereka ambil saat ini. Hal ini disinyalir anak merasa bingung saat mendaftar kuliah. Bagi orangtua, selain mengarahkan anak untuk masuk perguruan tinggi sesuai bakat dan minat anak sangatlah penting. Ini bertujuan agar anak nyaman dalam menuntut ilmu dan mencapai cita-citanya.

Mempertimbangkan keahlian anak dalam bidang tertentu juga bisa melancarkan proses kuliahnya kelak. Dilansir dari laman resmi Sahabat Keluarga Kemendikbud, Senin, (15/07/2019) berikut beberapa tips atau peran orangtua antara lain :

Pertama, menggali informasi. Orangtua dan anak bersama-sama menggali informasi tentang program studi yang diinginkan anak. Ajak anak duduk bersama di depan laptop. Minta anak kita untuk membuka situs universitas yang ia inginkan. Ajak anak berdiskusi tentang jurusan yang ia minati. Jangan lupa untuk mempertimbangkan jurusan yang hendak dipilih di perguruan tinggi dengan jurusan di sekolah menengah atas. Beri motivasi pada anak untuk memilih jurusan yang memiliki peluang besar bisa masuk.

Kedua, memilih jurusan yang sesuai. Cari tahu minat dan bakat anak kita. Arahkan pada pilihan program studi yang cocok dengan kemampuan atau bakat yang anak miliki. Hal ini mengantisipasi terjadinya drop out yang bisa saja terjadi karena alasan ”salah pilih jurusan”. Pilihlah dua atau tiga alternatif jurusan yang sesuai dengan minat anak. Agar anak nyaman saat menjalani kuliahnya sehingga mendapat indeks prestasi yang memuaskan.

Ketiga, orangtua ikut menentukan pilihan. Saat ini banyak pilihan universitas yang terakreditasi. Berikan beberapa pilihan universitas yang minimal terakreditasi B. Baik universitas negeri maupun swasta. Dengan pertimbangan ketersediaan jurusan yang ingin dipilih anak. Berikan pula alternatif pilihan jurusan yang bisa dipilih anak. Jika anak tetap pada pendirian di satu jurusan tertentu, arahkan untuk memilih alternatif satu program studi namun pada dua universitas yang berbeda.

Keempat, orangtua ikut menentukan pilihan masa studi. Jika anak ingin segera bisa terjun di dunia kerja, maka pilihan diploma tiga sangat tepat untuknya. Namun jika anak masih semangat mencari ilmu pendidikan, maka pilihan strata satu mungkin lebih tepat untuknya. Lamanya studi juga perlu menjadi pertimbangan penting saat anak ingin melanjutkan sekolah dari bangku SMA ke bangku kuliah. Memilihkan lama studi yang tepat, akan membuat aktivitas belajarnya kelak juga menjadi lebih nyaman.

Kelima, mempertimbangkan finansial Selain persiapan memilih tempat kuliah, persiapan yang tidak kalah penting bagi orangtua adalah dari segi finansial. Utarakan pada anak tentang keadaan finansial orangtua untuk biaya kuliah. Agar anak memiliki pertimbangan dalam memilih universitas. Jika memiliki dana yang cukup, anak bisa memilih kuliah di dalam kota meskipun swasta namun tidak perlu mengeluarkan dana untuk biaya hidup (makan dan kos).

Namun jika ingin kuliah di luar kota, anak bisa memilih universitas negeri dengan biaya hidup yang terjangkau bagi orangtua. Hal ini juga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi anak untuk memilih alternatif jurusan dan universitas yang menyediakan program biasiswa.

Keenam, memberikan reward Saat anak telah berhasil masuk di perguruan tinggi sesuai keinginannya, tak ada salahnya jika orangtua memberikan reward sebagai hadiah dari kerja kerasnya. Agar anak pun menjadi lebih semangat untuk mengawali pendidikannya di perguruan tinggi. Kerjasama antara anak dan orangtua dalam menentukan pendidikan yang lebih tinggi sangatlah penting. Agar anak pun nyaman dalam menuntut ilmu di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

 

Pewarta: Udin


Artikel ini telah dibaca 87 kali

Loading...
Baca Lainnya