Berita

Kamis, 25 Juli 2019 - 10:50 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Pejuang Rosok Untuk Pembangunan Masjid


MATABLITAR.COM Semangat perjuangan pemuda Desa Sumberdadi, kec. Bakung pojok selatan kabupaten Blitar terpancar saat mereka berkumpul memilah-milih tumpukan rosok barang-barang bekas yg mereka kumpulkan. Tidak merasa malu dan putus semangat atas apa yg mereka kerjakan. Meski beberapa kali hujatan kegiatan mereka terdengar ditelinga.

Dua tahunan lebih pembangunan masjid dimulai hingga saat ini. Menariknya, pembangunan masjid dilakukan oleh para pemuda di desa tersebut dg segala keterbatasan keuangan masjid dan susahnya akses untuk mencari donatur.

Para pemuda tak patah semangat untuk melanjutkan pembangunan masjid itu dengan mengumpulkan Rongsokan dan barang2 bekas yg mereka ambil dari Masyarakat desa setempat. Yg dilakukan satu bulan sekali hingga dua kali.

“Lah pie mas, wong mbangun mesjid awal iki Nekat kok kae, cah2 pokok sukur wani nggarap yowes dimulai. Biaya pikir keri wae, insya Allah teko dewe. Wong iki yo niate apik.” ujar Mas Eko, salah satu pejuang pengumpul rosokan saat ditemui oleh teman-teman Mahasiswa KKN IAIN kediri.

Dalam kesempatan ini, para pemuda dan masyarakat setempat tak berhenti berfikir untuk bagaimana kelangsungan pembangunan masjid itu tetap berjalan. Pada tgl 27 juli ini, para pemuda dan masyarakat yg dibantu oleh teman-teman mahasiswa KKN IAIN kediri akan mengadakan pengajian akbar dan Sholawat di sekitaran halaman depan masjid Al-Iman itu.

“Ya, insya Allah tgl 27 bulan ini kami masyarakat desa Sumberdadi dan dibnatu oleh teman-teman KKN akan mengadakan acara Pengajian Akbar dan sholawat, sekaligus penggalangan dana untuk keberlangsungan pembangunan Masjid ini.” Ucap Pak Yus selaku bendahara pembangunan masjid.

Melihat hal itu, para mahasiswa KKN dari IAIN kediri merasa terharu dan kagum atas apa yg dilakukan oleh pemuda dan masyarakat setempat. Tak tinggal diam, mereka turut andil dalam hal tersebut sebagai salah satu bentuk kontribusi mereka kepada masyarakat.

Mengambil tema besar “Revitalisasi Masjid sebagai bentuk Kekuatan Masyarakat dalam Beragama, Berbangsa dan Bernegara”. Para mahasiswa yg tergabung dlm kelompok KKN-78 IAIN kediri itu memfokuskan segala bentuk kegiatan mereka di Masjid tsb. Membantu membentuk dan mengawal keorganisasian Masjid, IRMAS, DKM dll, agar masjid nantinya dapat berfungsi sebagai sarana Peribadatan dan keilmuan.

“Kehadiran kami disini jangan sampai hanya menjadi benalu. Dan tidak untuk bersantai jauh dari perkotaan. Jauh dari itu, kami bersama masyarakat akan mengawal semampu kami untuk kegiatan-kegiatan keagamaan di desa ini, terutama di Masjid itu, disamping kegiatan2 kami yg sifatnya konvensional” ucap salah satu Kelompok KKN.

Sisilain, masyarakat setempat terus berharap adanya bantuan dari pihak-pihak lain dalam pembangunan masjid desa itu. Dengan memasang banner bertuliskan No rekening Panitia pembangunan dan membuat proposal. harapannya sedikit atau banyak sumbangan yg akan mereka peroleh demi terselesaikannya pembangunan tsb.

“Gak sedikit uang yg kami butuhkan mas, kisaran 600-700jt an untuk pembangunan ini. Lah ini hasil yg kami kumpulkan dari dua tahun lalu saldonya hanya berapa juta saja di ATM”- kata Pak yus.

 

Reporter : Rofiq


Artikel ini telah dibaca 472 kali

Loading...
Baca Lainnya