Berita Peristiwa

Kamis, 12 September 2019 - 14:24 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Aksi Damai Aliansi Warga Nahdliyin di Depan Pengadilan Negri Blitar

Aksi Damai Aliansi Warga Nahdliyin di Depan Pengadilan Negri Blitar

Aliansi Warga Nadliyin Gelar Aksi Damai di Pengadilan dan Polres Blitar Kota, Ini Tuntutan Mereka

MATABLITAR.COM– Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Warga Nahdliyyin Kabupaten Blitar memadati dan menggelar aksi damai di beberapa lokasi. Yakni di depan Polres Blitar Kota dan Depan Pengadilan Negeri Blitar, Kamis (12/09/2019)

Aksi yang di ikuti 500 san masa aksi ini, sebagai dukungan moril terhadap dua tokoh NU yang berstatus tersangka dalam dugaan penganiayaan. Dan merupakan buntut kasus sengketa aset NU di Wilayah Wonodadi Kabupaten Blitar tahun 2014 silam.

Menurut kesaksian dari beberapa warga NU, NK mengancam salah satu warga dengan membawa sebilah keris. Karena merasa terancam, beberapa jamaah mengamankan NK. Namun NK justru melaporkan aksi pengamanan ini sebagai penganiayaan. Dua warga yang dilaporkan tersebut berinisial HIA dan MN.

Pada saat proses hukum yang berjalan, penyidik Satreskrim Polresta Blitar menetapkan keduanya sebagai tersangka. Sedangkan, laporan balik warga NU terkait ancaman NK sambil membawa keris tidak diterima. Alasan polisi, keris bukan senjata tajam, namun hanya berupa benda pusaka.

“Menurut kami ini upaya kriminalisasi. Nama yang dinyatakan sebagai tersangka itu tidak ada di lokasi. Serta alasan polisi yang menyatakan keris bukan senjata tajam itu alasan yang tidak masuk akal” kata Koordinator aksi Abdul Kholiq kepada awak media.

Sebagaimana disampaikan Kholiq, bahwa hari ini, Kamis (12/09/2019) adalah sidang pertama dua tokoh NU Wonodadi HIA dan MN yang telah di tetapkan menjadi tersangka.

Massa mempertanyakan bagaimana bisa sidang tetap berlangsung. Padahal upaya mediasi sudah pernah dilakukan bersama, baik terlapor maupun fihak pelapor di hadapan muspika dan penyidik Polresta Blitar.

“Saat itu sudah clear. Sekitar tahun 2018. Kedua belah pihak mencabut laporannya. Lha ini kok tahu-tahu kedua tokoh NU menjalani sidang perdana” ujar Kholiq.

“Maka dari itu massa menuntut, tindak pidana yang dilakukan NK dan sudah dilaporkan berkali-kali untuk ditindak lanjuti Polres Blitar Kota” Imbuhnya.

Menanggapi aksi ini, perwakilan diterima Waka Polres Blitar kota, didampingi Kasat Intel dan penyidik Satreskrim Polresta Blitar. Dalam pertemuan itu, pihak kepolisian berjanji akan memproses hukum laporan tindak pidana NK.

“Senin nanti kami minta terlapor mencabut laporan yang dulu sudah dicabut. Artinya, laporan tindak pidana akan dilanjutkan kembali proses hukumnya” kata Kasat Intel Polresta Blitar Iptu Sonhaji kepada media.

 

Reporter : Udin

Editor : Fikri


Artikel ini telah dibaca 174 kali

Loading...
Baca Lainnya