Lakpesdam NU Kabupaten Blitar, Himbau Masyarakat Jadi Pemilih Cerdas di Pilkades

Jeffi Alifian Firmansyah Koordinator Bidang Kajian Lakpesdam NU Kabupaten Blitar

MATABLITAR.COM– Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Blitar, menghimbau masyarakat Desa yang akan menggelar Pilkades serentak (15/10) mendatang, agar menjadi pemilih cerdas.

Hal tersebut diungkapkan Jeffi Alifian Firmansyah selaku koordinator bidang kajian Lakpesdam NU Kabupaten Blitar kepada media. Minggu, (13/10/2019).

“Dua hari lagi pemilihan kepala desa serentak akan dilaksanakan di Kabupaten Blitar, agenda politik ini dilaksanakan sebagai konsekuensi diterapkannya peraturan tentang Pilkades serentak,” tutur Jeffi.

“Publik kembali diuji untuk memilih kepala desa yang dapat membawa perubahan. Di balik berbagai pertentangan, keriuhan, dan kemeriahan, Pilkades semakin jadi wadah pembelajaran demokrasi publik.” Imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, akan ada sejumlah 167 Desa dari 220 Desa yang akan menggelar Pilkades serentak di Kabupaten Blitar tahun ini.

Dari pantauan awak media di lapangan, suhu politik di beberapa Desa memang cenderung meningkat, dan sangat berpotensi timbulnya gesekan sosial antar masyarakat dikarenakan beda pilihan calon Kepala Desa.

Sejalan dengan itu, Jeffi mengingatkan. “Masyarakat harus lebih dewasa dan jadi pemilih cerdas, Ojo Mergo bedo pilihan trus bubar kekancan lan sengit-sengitan Karo Tonggo,” kata Jeffi.

“Secara umum masyarakat Indonesia memiliki latar belakang karakter sosial yang bijaksana, arif dan santun dalam menghadapi konflik, khususnya masyarakat Blitar itu terkenal dengan sifat Ngalahnya.” Jelas Jeffi, yang juga aktif di GP. Ansor Kab. Blitar.

Masih menurut Jeffi, Tahun belakangan ini prosentase jumlah pemilih cenderung semakin menurun, keapatisan masyarakat terhadap agenda politik ini, kemungkinan besar disebabkan oleh faktor kejenuhan mereka terhadap konflik masyarakat diarus bawah.

Namun semua itu berbanding terbalik dengan fakta yang ternyata kinerja pemimpin khususnya Kepala Desa tetap begitu saja, sangat minim perubahan.

Jeffi berharap, ada keseimbangan antara sistem pemilihan kepala desa serentak ini agar semakin baik, masyarakat yang serius mengawal proses demokrasi ini dengan ikut datang dan mencoblos di TPS.

“Masyarakat jangan golput, kawal proses demokrasi denga mencoblos di TPS. juga Pemerintah Desa dan atau Kepala Desa Terpilih nantinya, jangan mengecewakan masyarakat yang telah mempercayakan amanahnya kepada mereka.” Pungkas Jeffi.

Reporter : Ya’un
Editor : Fikri

Pos terkait