Berita Peristiwa

Kamis, 23 Januari 2020 - 19:34 WIB

8 bulan yang lalu

logo

KH. Imam Suhrowardi Pengasuh PP. APIS Sanan Gondang Blitar, Meninggal Dunia Pada Hari Kamis Pon, 28 Jumadil Ula 1441 H. / 23 Januari 2020 M.

KH. Imam Suhrowardi Pengasuh PP. APIS Sanan Gondang Blitar, Meninggal Dunia Pada Hari Kamis Pon, 28 Jumadil Ula 1441 H. / 23 Januari 2020 M.

Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiuun, KH. Imam Suhrowardi Ulama’ Kharismatik Asal Blitar Meninggal Dunia

MATABLITAR.COM– Banjir air mata dan isak tangis menggema di seantero Blitar Raya. Seiring kabar bahwa KH. Imam Suhrowardi, Pengasuh Pondok Pesantren APIS Sanan Gondang Gandusari Blitar Jawa Timur, pulang ke Rahmatulloh di RS. Darmo Surabaya pukul 08.39 WIB pada Kamis, (23/01/2020)

“Yaa Allah, kami kembalikan kekasihMu kepadaMu yaa Allah. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, telah pulang ke rohmatulloh Hadrotus Syeikh Romo KH. Imam Suhrowardi, pengasuh Pondok Pesantren APIS Sanan Gondang Gandusari Blitar, beliau Ketua Tanfidz serta Rois PCNU Kabupaten Blitar era 2000-an” tutur H. Ahmad Tamim, M.H. keponakan almarhum menjelang pemberangkatan jenazah.

“Terima kasih kami sampaikan kepada mu’izzin-mu’izzat, juga mohon doa restu semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT” lanjut Gus Tamim yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, sambil air mata menggenang di pelupuk matanya.

Baca Juga : Mengenal KH. Dimyati, Kyai Keramat Asal Blitar

Ketika kabar Kiai Imam wafat mulai tersebar luas, alumni Pondok APIS dan ribuan masyarakat dari beragam latar belakang berduyun-duyun hadir ke rumah duka yg merupakan jantung Pondok APIS. Selepas tengah hari jumlah mu’izzin-mu’izzzah semakin berlipat.

Sekitar pukul 15.15 WIB, iring-iringan mobil ambulance pengantar jenazah almarhum yang dikawal satuan pengawal Polda Jatim, telah sampai di rumah duka, pelataran dan sudut-sudut Pondok APIS tampak dijubeli lautan manusia yg ingin memberi penghormatan terakhir dan melepas kepergian beliau.

Banyak tokoh terlihat hadir pada prosesi pemakaman Kiai Imam, mulai dari tokoh agama, masyarakat, pemerintahan dan pengasuh pondok pesantren se Jatim. Tampak hadir juga jajaran pengurus PWNU Jatim, jajaran Rois Suriah PCNU, jajaran Tanfidiyah PCNU Kabupaten dan Kota Blitar beserta banom-banomnya, Bupati Blitar, Ketua DPRD Kabupaten Blitar dan sejumlah anggota Dewan, pengurus partai politik dan lain-lain.

Pada sambutan singkatnya, Riyanto selaku Bupati Blitar menyampakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Blitar turut berduka-cita dan merasa kehilangan. “Selama hidupnya, KH. Imam Suhrowardi menjeburkan jiwa-raganya dalam samudera ilmu dan mengabdikan diri kepada Bangsa kita tercinta” tuturnya.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh KH. Salam Musthofa, Ketua Takmir Masjid Agung Miftahul Jannah Kabupaten Blitar yang bertempat di Wlingi. “Romo KH. Imam Suhrowardi itu telah menyatukan jiwa dengan ajaran-ajaran yang disebar-luaskan oleh Rosululloh SAW. Yakni Islam rohmatal Lil ‘alamin, beliau rela mengabdikan diri kepada negara dalam berbagai bentuk” tuturnya

“Kelebihan-kelebihan yang dianugerahkan Allah SWT. kepada almagfurlah pun juga banyak, diantaranya Romo Yai Imam niku lek ngaji mbalah kitab bisa mendapat hasil yang sama dalam durasi waktu yg berbeda, dengan tempo pembacaan dan pemaparan yang relatif sama. Beliau juga selalu mengutamakan urusan umat. Sinoso radi sakit lek ketekan urusan umat beliau tetep bidal,” terang Kiai Salam yang juga merupakan alumni Pondok APIS.

Dalam salah satu buku yang berisi biografi KH. Imam Suhrowardi yang ditulis oleh KH. Gufron, santri generasi pertama Pondok APIS, terpapar jelas bahwa sejak kecil almarhum Kiai Imam telah menjeburkan jiwa-raganya dalam samudera ilmu, dan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Baca Juga : Tingkatkan SDM Ustadz Ustadzah Pengajar Al-Qur’an, KPA Metode Tilawati Gelar Pelatihan

Berikut ini sekilas biografi almagfurlah KH. Imam Suhrowardi, putra KH. Shodiq Damanhuri, pendiri Pondok APIS Sanan Gondang Gandusari Blitar:

Kiai Imam lahir pada hari Senin Wage, 7 Romadlon 1357 H. / 31 Oktober 1938 M. Beliau Wafat pada Kamis Pon, 28 Jumadil Ula 1441 H. / 23 Januari 2020 M di usia 82 tahun.

Beliau pernah nyantri ke beberapa pondok pesantren. PP. Sanan Gondang Gandusari Blitar. PP. Jeru Malang. PP. Genuk Watu dan PP. Lasem Jawa Tengah. Juga pernah mengaji kitab Adzkar Nawawi di kapal laut, Mranggen Sidoresmo.

Beliau juga pernah menjabat sebagai Carik (Sekretaris Desa) Gondang Kec. Gandusari Kab. Blitar. DPRD Kab. Blitar, Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Blitar 3 periode. Rois Suriah PCNU Kab. Blitar, Dewan Syuro PKB Kab. Blitar, Mustasyar PCNU Kab. Blitar, Penggerak JANTIKO MANTAB Blitar, Dewan Pembina Jama’ah Al-Khidmah Wilayah.

Istri beliau Ibu Nyai Hj. Muslihah (almrh), dan Ibu Nyai Hj. Nadzirotul Fikriyah. Beliau memiliki 6 putra; Agus Jhohan Sabiq, Ning Wardatus Saniyah, Ning Trian Umami, Ning Nour Fu’addiya Fajriana, Agus Zeid Birril Ghuzzi, dan Agus Ardian Mawardi.

Sedangkan 4 menantu beliau diantaranya; Ning Khoirun Niswah, Agus H. Arif Adriansyah, Agus Miftahul Irfa’i, dan Agus Haidar Rusman.

Kontributor : Priyogi
Editor : Dairobi


Artikel ini telah dibaca 1203 kali

Loading...
Baca Lainnya