Pro-Kontra Perihal Pemulangan WNI eks ISIS, inilah 13 Negara yang Memperlakukan Warga Negaranya

  • Whatsapp
Ilustrasi: Sumber Gambar Gesuri.id

MATABLITAR.COM– Pasca kekalahan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS), pada bulan Maret 2019 silam, membuat simpatisan atau yang terdaftar sebagai anggota ISIS, kalang kabut. Pasalnya, tersebar isu pemulangan WNI eks ISIS sebanyak 600 orang. Pro-kontra pun bermunculan di tengah masyarakat, terutama dijagat media sosial. Tagar #, #TolakWNIeksISIS, bermunculan beberapa hari terakhir.

Terdapat dua pilihan bagi pemerintah Indonesia dalam kasus ini; yaitu, memulangkan WNI eks ISIS, atau membiarkannya. Namun, menentukan pilihan juga memerlukan pertimbangan yang matang. Pasalnya, apabila WNI eks ISIS dibiarkan, maka nilai-nilai kemanusiaan akan ternodai, namun, jika memulangkan WNI eks ISIS, tidak menutup kemungkinan akan menyebar faham terorisme.

Baca Juga : Angin Kencang Sebabkan Bencana di Beberapa Wilayah Kabupaten Blitar

Bukan hanya Indonesia yang warga negaranya menjadi simpatisan atau anggota ISIS. Berikut, dilansir dari harian Jawapost tanggal 7/2/2020, 13 Negara yang memperlakukan warga negaranya yang pernah bergabung dengan ISIS:

1. Norwegia
Mengizinkan pengantin ISIS dan dua anaknya pulang dengan alasan kemanusiaan karena salah satu anaknya sakit. Yang perempuan akan diadili.

2. Rusia
Sekitar 200 perempuan dan anak-anak militant sudah dipulangkan.

3. Kosovo
Merepatriasi 110 orang dari Syiria, mayoritas anak dan istri militant ISIS.

4. Prancis
Sebanyak 12 anak yatim piatu yang orang tuanya anggota ISIS di Syiria dipulangkan ke Prancis. Sebelumnya sudah ada 6 anak yang dipulangkan.

5. Belgia
Bersiap merepatriasi anak-anak di bawah usia 10 tahun. Sisanya dikaji per kasus.

6. Jerman
Sejak Maret 2019 merepatriasi belasan anak militant ISIS. Anak yang sudah diradikalisasi akan dirawat lebih dulu, tapi tidak dipenjara.

7. Denmark
Mengeluarkan UU yang menyatakan anak-anak ISIS yang lahir di luar negri tidak memiliki kewarganegaraan Denmark.

8. AS
Awal Juni, dua perempuan dan 6 anak dari keluarga terduga ISIS direpatriasi. Juli 2018, 3 militan ISIS AS dipulangkan untuk diadili dan merepatriasi satu perempuan dan empat anak.

Baca Juga : Peringati Harlah NU ke 94, Aswaja NU Center Kota Blitar Adakan Bedah Buku Untuk Millenial

9. Tunisia
Tidak mau merepatriasi sama sekali.

10. Turki
Mei tahun lalu Iraq memulangkan 188 anak-anak eks ISIS ke Turki.

11. Tajkistan
Sebanyak 84 anak-anak ISIS dipulangkan dari Iraq. Orang tua mereka ditahan maupun tewas di Iraq

12. Uzbekistan
Sebanyak 156 orang direpatriasi 30 Mei 2019. Mayoritas perempuan dan anak-anak.

13. Bosnia
Menerima mantan anggota ISIS baik laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Mereka akan diadili di Bosnia dan dijerat dengan dakwaan terorisme.

Reporter : Naja
Editor : Redaksi

Pos terkait