Berita Peristiwa

Selasa, 14 April 2020 - 15:48 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Rudiyanto HS Pendamping Ahli Ekonomi Desa Kabupaten Tulungagung

Rudiyanto HS Pendamping Ahli Ekonomi Desa Kabupaten Tulungagung

Penanganan Covid-19 Melalui Refocusing Dana Desa

MATABLITAR.COM– Segala bentuk upaya dalam penanganan merebaknya Covid-19 terus dilakukan. Mulai dari tingkat nasional hingga tingkat Desa. Untuk tingkat desa, upaya yang dilakukan salah satunya dengan pengubah fungsi dana Desa untuk dialih fungsikan sebagai upaya penanganan Covid-19, atau disebut Refocusing.

Rudiyanto Hendra Setiawan mengatakan, Refocusing dana Desa untuk penanganan Covid-19, dapat digunakan salah satunya untuk pembentukan Relawan Desa Lawan Covid-19.

“Bentuknya antara lain pembentukan Relawan Desa Lawan Covid-19, pembuatan APD, bilik isolasi, dan pembagian bantuan makanan.” Jelas Rudiyanto kepada awak media. Selasa, (14/04/2020).

Baca Juga : PAIJO DAN COVID-19

Rudiyanto yang merupakan Pendamping Ahli Ekonomi Desa di Kabupaten Tulungagung juga menjelaskan, dana Desa tidak sembarangan dapat dialih fungsikan untuk penangan Covid-19, tapi ada regulasi dari atas.

“Ada regulasi dari Perpu, Inpres, surat edaran dari Kemendes, dan Perbub.” Terangnya.

Terkait prosedur refocusing dana Desa untuk penangan Covid-19, Rudiyanto menjelaskan, bahwa program Desa yang belum berjalan ditunda, dan anggarannya untuk penanganan Covid-19.

“Program Desa yang belum terlaksana dapat ditunda. Anggaran untuk program yang belum terlaksana, dialih fungsikan untuk penanganan Covid-19.” Jelasnya.

Lebih lanjut Rudiyanto menjelaskan, penyusunan program dan anggaran terkait penanganan Covid-19, dapat melalui Musdes terbatas.

“Tetap berangkat dari potensi dan kondisi lokal Desa. Artinya, apa yg menjadi kekuatan, kelemahan, potensi, tantangan dan peluang desa dalam mengahadapi ancaman covid19, berbeda-beda. Masing masing Desa tidak sama. Apakah desa sudah bisa menciptakan kekuatan untuk rakyatnya berupa data, APD, lumbung pangan dan pencegahan langsung? Faktor apa yg jadi prioritas? Apa masyarakat mampu atau tidak? Ini yg akan dijawab melalui program dan penyusunan anggaran melalui Musdes terbatas.” Terang Rudiyanto.

Baca Juga : KARMA DAN MATINYA KEMANUSIAAN

Terakhir, Rudiyanto mengatakan, program penanganan Covid-19 melalui dana Desa harus dilakukan dengan transparan dan terbuka bagi masyarakat.

“Pertanggungjawaban dana sesuai dengan tahapan dan LPJ kegiatan yang dilakukan oleh TPK. Selanjutnya, kegiatan wajib publikasi dgn memakai papan pengumuman desa, banner dan alat komunikasi yg lain.” Tutupnya.

Reporter : Naja
Editor : Khoirudin


Artikel ini telah dibaca 192 kali

Loading...
Baca Lainnya