Berita Peristiwa

Rabu, 15 Juli 2020 - 07:51 WIB

4 minggu yang lalu

logo

PMII Blitar Saat Kajian Tentang Kerusakan Hutan di Blitar Selatan

PMII Blitar Saat Kajian Tentang Kerusakan Hutan di Blitar Selatan

PMII Blitar Rencanakan Aksi Tuntut Pengembalian Fungsi Hutan di Blitar Selatan

MATABLITAR.COM– Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Blitar, menggelar rapat koordinasi rencanakan aksi unjuk rasa, menyuarakan beberapa tuntutan kepada KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Blitar. Selasa, (14/07/2020). Rapat dihadiri puluhan aktivis PMII Blitar, dan dipimpin langsung oleh Agus Efendi selaku Ketua 1 PC PMII Blitar.

Sebelumnya di kantor KPH Blitar pada (26/6), sudah dilakukan hearing oleh berbagai pihak untuk menindak lanjuti penemuan kerusakan hutan di Blitar Selatan.

Baca Juga: PC PMII Blitar Kecam Oknum Polisi Pamekasan, Atas Tindakan Represif Terhadap Mahasiswa

Agus Efendi menuturkan bahwa sudah disampaikan beberapa tuntutan kepada pihak KPH Blitar, namun belum ada tindakan nyata dari KPH terkait dengan kasus tersebut. “Beberapa minggu yang lalu teman-teman PMII sudah melakukan hearing, namun belum ada tindak lanjut dari pihak yang berwenang”, tutur Agus.

Rencananya pada hari Kamis, (16/7), PMII Blitar bersama pegiat lingkungan akan berunjuk rasa di depan Kantor KPH Blitar. Ada beberapa tuntutan yang akan diajukan saat aksi unjuk rasa. Pertama, proses hukum yang harusnya ditegakkan oleh kepolisian. kedua, terkait dengan alih fungsi hutan yang tidak sesuai fungsinya.

“Jadi tuntutannya kita menekan pihak terkait untuk segera menyelesaikan kasus ini, kaitannya dengan tersangka penebangan pohon yang dikelola perhutani”, terang Agus.

Baca Juga: Kesejahteraan Keluarga Meningkat, 3 KPM Asal Tumpang Ajukan Mundur Dari Peserta PKH

Seperti diketahui sebelumnya, di daerah Blitar Selatan marak terjadi eksploitasi hutan. Beberapa petak hutan ditebangi, setelah itu dialih fungsikan untuk ditanami tanaman tebu.

PMII Blitar berharap hutan yang ada di Blitar Selatan dapat difungsikan seperti sedia kala, agar ekosistem di dalamnya tetap terjamin. Selain itu agar bencana alam seperti banjir dan kekeringan tidak terjadi lagi.

Kontributor : Ma’ruf
Editor : Fikri


Artikel ini telah dibaca 176 kali

Loading...
Baca Lainnya