Berita Peristiwa

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 13:03 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Miza (Dosen Pembimbing) Saat Sedang Menyampaikan Salah Satu Materi Menulis

Miza (Dosen Pembimbing) Saat Sedang Menyampaikan Salah Satu Materi Menulis

Pers Mahasiswa Unisba Blitar, Beri Dedikasi Warga Binaan Lapas II A Blitar

MATABLITAR.COM– Lembaga Pers Mahasiswa Freedom (LPM) Unisba Blitar mengadakan acara “Workshop Menulis Sebagai Healing Therapy Untuk Meningkatkan Kemampuan Cognitive Pecandu Narkoba Lapas Dewasa” yang diadakan di Lapas II A Blitar yang berlokasi di jalan Merapi Kepanjen Lor Kota Blitar. Atau lebih tepatnya berada di timur Aloon-aloon Kota Blitar.

Kegiatan berlangsung selama empat hari sejak hari Senin (10/8) hingga Jum’at (14/8). Selama itu, mulai jam 8 pagi sampai jam 11 siang setiap narasumber memberikan materinya kepada peserta.

Baca Juga : Ningsih Ngopi & Vintage : Tempat Nongkrong Sarat Nuansa Klasik

Para peserta yang mengikuti kegiatan merupakan warga binaan Lapas yang terjerat hukum karena terjerat pasal mengenai obat-obatan terlarang. Baik bandar maupun pengonsumsi. Peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah 15 orang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Para warga binaan sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga berakhirnya acara. Mereka menerima pelatihan menulis esai dan puisi.

Qithfirul Aziz selaku pemateri dari LPM Freedom Unisba mengatakan tujuan pihaknya mengadakan kegiatan ini sebagai bentuk dedikasi teman-teman jurnalis LPM Freedom untuk membagikan apa yang telah mereka pelajari mengenai literasi.

“Kami ingin membagikan pengalaman mengenai dunia literasi kepada warga binaan Lapas, hal ini yang dapat kami berikan sebagai bentuk dedikasi kepada mereka,” ujar Aziz.

Dalam praktiknya, Aziz menambahkan bahwa mantan pecandu narkoba rata-rata sulit berkonsentrasi ketika keadaan ramai, hal ini disebabkan karena ketergantungan mereka terhadap obat-obatan terlarang yang mereka konsumsi sebelumnya.

“Ketika saya suruh untuk menulis, terlihat mereka sangat kebingungan mengenai tulisan yang akan dituliskan, kemungkinan besar karena pengaruh obat yang mereka konsumsi dahulu,” tambahnya.

Baca Juga : Tingkatkan Kapasitas dan Solidaritas Pengurus E- Warung, PKH Menggelar Outbound Di Blitar

Terlihat dari pantauan, kemampuan warga binaan untuk menulis berbeda-beda. Sebagain dari mereka ada yang dapat menuliskan dengan baik, namun ada juga yang sebaliknya.

Miza Rahmatika Aini selaku dosen pembimbing acara menuturkan narkoba sebagai racun kehidupan. “Narkoba itu adalah racun bagi kehidupan manusia yang merusak akal pikiran,” tutur Miza.

Masih Miza, ia memberi pesan kepada anak muda untuk tidak menggunakan narkoba. “Ayo, stop narkoba dan galakkan literasi,” tegasnya.

Reporter : Ma’ruf
Editor : Fikri


Artikel ini telah dibaca 179 kali

Loading...
Baca Lainnya