Berita Peristiwa

Kamis, 31 Desember 2020 - 06:43 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Doa Bersama Dalam Rangka Haul Gus Dur Kesebelas di Pendopo Islam Nusantara (Pinus) Sekardangan

Doa Bersama Dalam Rangka Haul Gus Dur Kesebelas di Pendopo Islam Nusantara (Pinus) Sekardangan

Lintas Komunitas di Blitar, Peringati Haul Gus Dur Kesebelas Dengan Hikmat

MATABLITAR.COM- 30 Desember 2009, Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur wafat. Mantan ketua umum PBNU itu, meninggal di usia 69 tahun. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, Gus Dur juga dikenal sebagai negarawan, cendikiawan, intelektual, guru bangsa dan tokoh reformasi.

Desember tahun ini, merupakan haul Gus Dur yang ke-11. Ada banyak kegiatan yang di gelar, oleh berbagai komunitas di berbagai kota, dalam rangka mendoakan dan mengenang beliau.

Baca Juga : Semangati Forum Kube, Abdul Azis; Kube Itu Bagian Dari Penggerak Ekonomi Desa

Di Blitar misalnya, haul Gus Dur kesebelas diperingati oleh lintas komunitas dengan sangat hikmat. Bertempat di Pendopo Islam Nusantara (Pinus) Sekardangan, puluhan warga dari berbagai komunitas tersebut melakukan do’a bersama. Rabu, (30/12/2020)

Dijelaskan oleh Masrukin, selaku koordinator jaringan GusDurian Blitar, bahwa di Blitar peringatan haul Gus Dur ini, sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya. Hanya saja bentuk acara, lokasi dan kegiatannya yang mungkin beda beda.

“Kali ini selain kita peringati haul Gus Dur ke 11, juga sekaligus kita mendoakan 40 hari wafatnya Kiai Enceng Sobirin Najd tokoh penggerak NU, dan sahabat Banser Riyanto pahlawan kemanusiaan,” tutur Masrukin.

“Turut support dalam kegiatan ini, Jaringan GusDurian Blitar, Lakpesdam NU, GP Ansor, Banser, PMII, ISNU Kab. Blitar, dan komunitas Kalifa,” imbuhnya.

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Dalam Haul Gus Dur Kesebelas Bertempat di Pendopo Islam Nusantara (Pinus)

Masih Masrukin, rangkaian kegiatan Haul Gus Dur kesebelas ini, dimulai Rabu pagi dilaksanakan sema’an Alqur’an sampai sore. Kemudian malam sehabis isya’ dilanjutkan Do’a khotmil qur’an dan tahlil. Setelah itu pembacaan manaqib GusDur, lalu pesan pesan perdamaian dari beberapa peserta yang hadir.

Tampak bertugas memimpin tahlil berikut do’a bersama, KH. Ahmad Mudhofi pengasuh PP. Roudlotul Hanan Sawentar kanigoro, yang juga sebagai wakil ketua PC NU Kabupaten Blitar.

Sedangkan dalam sesi pesan pesan perdamaian, beberapa peserta menyampaikan pandangannya secara bergantian, ada yang menceritakan pengalamannya semasa bertemu Gus Dur, Kiai Enceng dan Banser Riyanto. Juga ada yang menyampaikan pemikiran serta sikap Gus Dur yang perlu diteladani.

Diantara peserta yang menyampaikan pesan perdamaian tersebut, terlihat ada Dr. Arif Faizin, Abdul Aziz, Hadi Santoso, KH. Ahmad Mudhofi, Hakam Solahudin, Aminudin dan lain nya.

Baca Juga : Temukan Ragam Makanan Kesukaan di Pujasera Desa Gaprang

Dari pantauan media, nuansa kebersamaan dalam acara tersebut sangat lekat sekali. Berkaitan konsumsi misalnya, semua berasal dari peserta sendiri. Ada yang membawa tumpeng, ada yang membawa air minetal, wedang kopi, buah buahan, kacang godok, kripek singkong, jajanan basah dan sebagainya.

Kurang lebih pukul 22.45 Wib acara selesai, selanjutnya ditutup dengan Do’a dipimpin oleh Kiai Syamsul Hadi. Kemudian dilanjutkan makan tumpeng bersama.

Reporter : Yaun
Editor : Fikri


Artikel ini telah dibaca 148 kali

Loading...
Baca Lainnya