Mahasiswa UNU Blitar Harapkan Proses PEMIRA UNU Berjalan Sehat

  • Whatsapp
M Khabib Jauhari Mustofa Saat Menyobek Alat Peraga Kampanye Paslon PEMIRA UNU Blitar

MATABLITAR.COM- Proses Pemilihan Mahasiswa Raya (PEMIRA) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar masih akan terus berlangsung. Sesuai jadwal akan diselenggarakan pemilihan ulang di dua TPS pada 30 Desember 2020.

Sebagaimana disampaikan M Khabib Jauhari Mustofa Mahasiswa UNU, bahwa pada kedua TPS tersebut terbukti terjadi pelanggaran yang mengharuskan pemilihan ulang. Hal itu sesuai dengan surat keputusan KPUM nomor 042/KPUM-UNUBLT/XII/2020, pada 25 Desember 2020.

Terdapat dua pasangan calon (Paslon) presiden mahasiswa (Presma) yang bertarung. Faruq Ahmadi Ma’ruf dan Linda Setyo Maharani merupakan Paslon 01. Sedangkan, Diah Rizky Amalia dan Choirunaufatul Chusna merupakan Paslon 02.

Baca Juga : Buka Konfercab Ansor Kab. Blitar Ke- XIV, Wagub Jatim Ingatkan Ansor Agar Hadapi Tantangan Zaman

Menurut Khabib, berjalannya PEMIRA UNU kali ini sedikit ternoda dengan simpang siur pemberitaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di salah satu portal media. Dalam pemberitaan tersebut, kelompok yang menamakan diri aliansi mahasiswa peduli demokrasi menunjukkan penyudutannya terhadap Paslon 02.

Ditunjukkan bahwa terjadi penuduhan kampanye yang dilakukan tim pemenangan 02 pada hari tenang. Selain itu, juga menuduh adanya persengkokolan antara Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) dengan pihak Palson 02.

Menyikapi pemberitaan tersebut, Khabib yang juga pendukung Palson 02, menegaskan, tuduhan yang ditujukan kepada pihaknya tidak berdasar sama sekali. Pihak aliansi terkesan melakukan pembohongan publik yang dapat memicu ketegangan antar pihak.

“Hal seperti ini sangat disayangkan, proses pemilihan yang seharusnya dapat berjalan dengan baik, sengaja dinodai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Semangat untuk memilih pemimpin mahasiswa nyatanya dimanfaatkan untuk memecah belah persaudaraan,” tegas Khabib. Senin, (28/12/2020)

Menurutnya, semua alat peraga sudah dilepas sebelum hari tenang. Pihaknya mengakui memang ada keteledoran peraga yang sudah dicopot tidak disobek. Namun, ia menyayangkan oknum yang tidak bertanggung jawab, yang memanfaatkan peraga kampanye yang belum tersobek. Foto itu dipergunakan untuk menyerang pihaknya, seolah-olah melakukan pelanggaram kampanye di hari tenang.

Baca Juga : Sukseskan PILKADA 2020, KPID Jatim dan UNU Blitar Jalin Kerjasama Pemantauan

“Saya sudah mengecek langsung di lokasi yang digunakan oknum yang tidak bertanggung jawab. Saya menyimpulkan, peraga yang telah kami lepas, sengaja dipasang kembali sebagai bahan tuduhan. Bahwa kami telah melakukan tindakan pelanggaran, tentu hal ini merugikan pihak kami,” jelasnya.

Kedepannya, ia berharap kepada semua mahasiswa untuk lebih cerdas dalam menyikapi berita atau isu yang terkait dengan dinamika Pemira UNU tahun ini.

“Mari kita biasakan untuk bertabayun, saling mengkonfirmasi agar tak muncul kesalahfahaman. Apalagi kampus kita berbasis NU, dimana Tabayun adalah salah satu karakter yang harus di junjung tinggi,” tutupnya. (TN)

Pos terkait