Berita Peristiwa

Minggu, 13 Desember 2020 - 07:31 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Cassava Art Saat Menampilkan Operet

Cassava Art Saat Menampilkan Operet "Jawa Timur Melayani" di Puncak Peringatan HKSN 2020 Dinsos Jatim

SDM PKH Blitar Pentaskan Operet di Puncak Peringatan HKSN 2020 Dinsos Jatim

MATABLITAR.COM Pendamping Progam Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Blitar, mempersembahkan pentas operet pada acara puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang di gelar Dinsos provinsi Jawa Timur, Sabtu. (12/12/20).

Bertempat di DBL Arena Surabaya, Cassava Art yang merupakan group seni teater SDM PKH Blitar ini, mendapatkan banyak tepuk tangan dari peserta. Pasalnya, selain menghibur juga ada banyak pesan kesetiakawanan yang disampaikan dalam operet tersebut.

Baca Juga : Dinsos Kab Blitar Promosikan Produk Kube di Arena Bazar Jawa Timur

Sri Widyawati atau biasa dipanggil Wiwid selaku sutradara operet menyampaikan, bahwa pementasan kali ini berkaitan dengan peringatan hari kesetiakawanan sosial nasional, sehingga pihaknya memilih judul pentas operet Jawa Timur Melayani.

“Salah satu pesan dalam operet tersebut, adalah tentang pentingnya sinergi antara pemerintah Desa, Dinas Sosial beserta pilar pilar sosial seperti pendamping PKH, Tagana, TKSK, Karangtaruna dan PSM” tutur Wiwid.

“Dengan bersinergi, maka masyarakat pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial bisa mendapatkan pelayanan yang baik dan maksimal” imbuh nya.

Masih Wiwid, Pementasan dengan durasi waktu kurang lebih 10 menit ini, melibatkan 11 pemain. Masing masing ada yang berperan sebagai kepala Dinsos, Kepala Desa, Kepala UPT, Gubernur Jawa Timur, Pendamping Sosial, dan beberapa lansia pemerlu layanan kesejahtaraan.

“Terimakasih, Dinsos Jawa Timur yang telah memberikan waktu kepada kami Cassava Art untuk pentas, turut memeriahkan peringatan HKSN tahun 2020” pungkas Wiwid.

Kru Operet Cassava Art Foto Bersama Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur Usai Pentas

Sementara itu, hari kesetiakawanan sosial yang selalu diperingati setiap tahunnya pada tanggal 20 Desember, adalah memiliki sejarah tersendiri, dihimpun oleh awak media, sebagaimana di lansir dari laman tirto.id

HKSN bemula dari usaha mempertahankan kemerdekaan pada 1945 hingga 1948. Saat itu di Yogyakarta, ibukota Indonesia, Juli 1949 Kementrian Sosial menyadari bahwa harus ada pemulihan sosial masyarakat Indonesia.

Belanda menduduki Indonesia pada 1948 hingga 1948, namun beberapa tokoh nasional di Sumatera Barat mendirikan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dipimpin Sjafruddin Prawiranegara demi menjaga eksistensi Indonesia di dunia. Setelah Belanda dipaksa mengakui kemerdekaan, Sjafruddin kemudian menyerahkan kembali mandat pada Soekarno yang baru saja dipulangkan dari pengasingan saat itu.

Pada bulan juli 1949 itu, masyarakat masih begitu trauma dan oleh karena itu Kementerian Sosial mengadakan Penyuluhan Sosial bagi tokoh-tokoh masyarakat dan Kursus Bimbingan Sosial bagi Calon Sosiawan atau Pekerja Sosial. Hal itu dilakukan dengan harapan dapat menanggulangi dan mengatasi permasalahan sosial yang sedang terjadi.

Baca Juga : Di Acara Pembinaan Kube, Mahbub Al Farabi Korwil PKH Jatim 1 Tekankan Semangat Gotong Royong

Nilai kesetiakawanan sosial yang telah tumbuh di dalam masyarakat itu kemudian dilestarikan dan diperkokoh dengan dibuatnya Lambang Pekerjaan Sosial dan Kode Etik Sosiawan. Tanggal tersebut juga kemudian dijadikan sebagai hari Sosial.

Hari Sosial pertama kali diperingati pada tanggal 20 Desember 1958 dicetuskan oleh Menteri Sosial, H Moeljadi Djojomartono. Pada 1976 Hari Sosial diganti menjadi Hari Kebaktian Sosial dan pada 20 Desember 1983 Hari Kebaktian kemudian diganti menjadi HKSN.

Reporter : Sindu
Editor : Fikri


Artikel ini telah dibaca 200 kali

Loading...
Baca Lainnya