Ini Harapan Ketua IKAPMII Blitar, di Harlah Ke-61 Tahun PMII

  • Whatsapp
Pemotongan Tumpeng Oleh Abdul Azis Ketua IKAPMII Blitar Diserahkan Kepada Kiai Ahmad Mudhofi Wakil Ketua PCNU Kab. Blitar

MATABLITAR.COM – Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Blitar, Abdul Aziz berharap di hari lahirnya PMII yang ke-61, organisasi kemahasiswaan ini dapat lebih memberikan kontribusinya dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan bermartabat.

“61 tahun khidmat PMII untuk negeri. Terus berkontribusi, mengawal, dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” kata pria yang akrab disapa Kang Aziz (19/4/2021) dalam acara tasyakuran harlah PMII ke-61 di Pendopo Islam Nusantara Sekardangan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutanya Aziz juga memaparkan peran dan kontribusi, dari kader-kader yang lahir dari kaderisasi PMII, baik di lingkungan Nahdlatul Ulama maupun di lingkungan masyarakat.

Baca Juga : Harlah PMII 61; IKAPMII Blitar Adakan Tasyakuran

“Distribusi kader PMII sangat merata di Blitar ini, ada yang di penanganan kemiskinan, penggerak Desa, penyelenggara Pemilu, Dosen, Mubaligh, Budayawan, Penggerak ekonomi, Pendidik, dan masih banyak lagi,” tutur nya.

“Di lingkungan NU tentu banyak juga, menjadi penggerak di Lembaga maupun Banom, seperti LPNU, LPPNU, Lakpesdam, Ansor, Fatayat, Muslimat dan tentunya tidak bisa disebut satu-persatu karena saking banyaknya” imbuh Azis yang juga sekarang masih menjabat sebagai ketua LPNU Kabupaten Blitar.

Masih Azis, ia berharap kepada warga PMII maupun IKAPMII, agar semangat pergerakan harus terus dijiwai, terus bergerak untuk Blitar, untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Jangan pernah berhenti, teruslah kritis secara intelektual untuk kemajuan bangsa ini.

Dia terus mengajak agar kader PMII terus menyumbangkan pemikiran yang kritis transformatif. “Sebab bagaimanapun, pemikiran kritis adalah harta termahal bagi para kader-kader PMII,” jelasnya.

Baca Juga : UMKM DI TENGAH PANDEMI

Capaian dan prestasi yang sudah dilakukan kader-kader sampai sekarang ini, kata Azis, jangan membuat lengah tapi harus menjadi doping untuk berkarya lebih besar lagi. Pengabdian harus terus dilakukan bukan hanya di masa kini tapi juga di masa yang mendatang.

“Mau tidak mau berpikir secara futuristik, melalui analisis serangkaian kemungkinan atas situasi, yang akan dihadapi di masa yang akan datang oleh setiap kader.” pungkas nya.

Pos terkait