Ketua PMII Rayon Fisip-Hukum Unisba Blitar Anggap Gerakan Mahasiswa Saat ini Harus Lebih Masif

  • Whatsapp
Ketua PMII Rayon Fisip-Hukum Unisba Blitar, kanan (tidak berkopyah), saat pengukuhan Rayon oleh Ketua PMII Blitar Raya, Fatkur Rohman, di Graha Pemuda PMII, (7/12/2020)

MATABLITAR.COM- Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fisip-Hukum Komisariat Madjapahit Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar, Dimas Arya Saputro menganggap pergerakan mahasiswa saat ini harus lebih besar lagi, lantaran sekarang sudah tidak seperti zaman Orde Baru, di mana pada zaman tersebut kebebasan berekspresi dibatasi.

“Saya pernah mendengar, dahulu ketika mengkritisi pemerintah pasti bisa diculik atau diintimidasi, jadi dapat dipastikan kegiatan diskusi pasti diadakan secara tertutup,” katanya, saat ditemui di Pendopo Islam Nusantara, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jum’at (9/4/2021).

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Kopri PMII Unisba Blitar Gelar Webinar Kiprah Perempuan Dalam Politik Negara

Dimas, sapaan akrabnya menyebutkan, gerakan mahasiswa pada saat ini cenderung lempeng dan kurang berani dalam melakukan gerakannya. Hal itu diperparah perkembangan teknologi yang membuat mahasiswa terlarut dalam arus globalisasi.

“Perkembangan teknologi seyogyanya dapat dimanfaatkan dengan baik, misalnya untuk mem-blow up kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa, bukan terlalu sering main game atau tik-tok,” tambahnya.

Dimas mengungkapkan, untuk PMII Rayon Fisip-Hukum sendiri pada hari Minggu (4/4/2021) juga telah mendiskusikan potret gerakan mahasiswa pada 1998, dengan mengundang Alumni PMII Universitas Brawijaya, Wildan Arif sebagai pemantik. Hal tersebut dilakukannya untuk memberikan penyadaran kepada para mahasiswa yang lain.

“Gerakan mahasiswa era 1998 mempunyai arti yang penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, karena menandai babak baru suatu jaman yang disebut era reformasi,” ungkap Dimas, menirukan Wildan Arif.

Baca Juga : JEJAK 3 ULAMA’ BLITAR DI PENGASINGAN BANDA NAIRA

Lanjut Dimas, bahwa hal seperti itu dapat dijadikan pembelajaran bagi para mahasiswa, bahwa mahasiswa harus bisa bersikap tegas dan taktis dengan berbagai kajian, tidak hanya riuh dengan selebrasi politik pada zaman politik modern di era kepemimpinan Revolusi Mental saat ini.

“Saya berharap agar para anggota PMII bisa semakin mengeratkan tali silaturahmi antar anggotanya dan bergerak lebih berani lagi,” pungkasnya.

Pos terkait