Nobar Film Kinipan, Ketua PMII Unisba Blitar : Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

  • Whatsapp
Suasana Nobar Film Kinipan yang diselenggarakan PMII Komisariat Madjapahit Universitas Islam Balitar, bertempat di Pendopo Islam Nusantara, Kanigoro, Kabupaten Blitar, Kamis (8/4/2021)

MATABLITAR.COM- Ketua PMII Komisariat Madjapahit Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar, Muhammad Thoha Ma’ruf mengungkapkan setelah menggelar nonton bareng (Nobar) Film Kinipan, ia menganggap keadaan Negara Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Dirinya beralasan banyak sekali permasalahan yang diperlihatkan di dalam film, dan dirasakan hingga saat ini.

“Persoalan hutan, seperti alih fungsi untuk perkebunan sawit, pembukaan lahan pertanian, pertambangan, dan pembangunan jalan raya adalah gambaran jelas negara ini sedang mengalami sakit,” ungkapnya, seusai Nobar Film Kinipan, di Pendopo Islam Nusantara, Kamis (8/4/2021) malam.

Baca Juga : Ketua PMII Rayon Fisip-Hukum Unisba Blitar Anggap Gerakan Mahasiswa Saat ini Harus Lebih Masif

Ma’ruf menjelaskan, berdasarkan film Kinipan semua persoalan di Negara Indonesia berpangkal pada alih fungsi lahan hutan yang dilakukan oleh manusia, kemudian merembet dan menjadi masalah serius ke berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat. Hutan yang dialihfungsikan pun juga sangat luas, alhasil efek yang ditimbulkan juga sangat besar.

“Kita melihat adanya Pandemi Covid-19, banyaknya satwa yang mati, kebakaran hutan, Banjir, semuanya merupakan akibat dari ulah manusia itu sendiri yang semena-mena dalam mengelola hutan,” tambahnya.

Menurutnya, permasalahan itu diperparah dengan kebijakan pemerintah mengesahkan undang-undang Omnibus Law, dan membuat proyek lumbung pangan yang asal-asalan. Kedua hal tersebut menyebabkan masyarakat menjadi pihak yang dirugikan atas kebijakan itu.

Padahal kita tahu, lanjut Ma’ruf, bahwa tahun 2020 sudah ada demonstrasi besar-besaran dari rakyat Indonesia untuk menggagalkan pengesahan UU Omnibus Law, namun kenyataannya tidak digubris oleh pemerintah. Akibatnya investor dengan mudah masuk berinvestasi di Indonesia, ditambah lagi pembukaan lahan hutan semakin dibebaskan.

Baca Juga : BANSOS PKH DI KABUPATEN BLITAR

“Sebagai mahasiswa kita hanya bisa terus berikhtiar dengan mendiskusikan permasalahan yang begitu kompleks ini, agar nantinya bisa tercetuskan solusi yang jitu. Kemudian baru kita implementasikan dengan gerakan yang nyata,” lanjutnya.

Ma’ruf berharap, kepada seluruh pihak yang telah menggelar Nobar film ini untuk dapat meresapi isinya. Mengingat sebagai masyarakat biasa juga menerima imbas dari kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

Pos terkait