Tingkatkan Keilmuan Santri; Pondok Pesantren Nurul Ulum 2 Adakan Ngaos Pasan

  • Whatsapp
Ngaji Pasan Oleh KH. Marzuki Mustamar Ketua PW NU Jatim di Pon. Pes. Nurul Ulum 2 Sutojayan Blitar

MATABLITAR.COM– Tradisi mengaji di bulan ramadhan memang sudah mendarah daging di Nusantara, terutama di kalangan pondok pesantren. Banyak lembaga, ormas, dan organisasi-organisasi keagamaan yang mengadakan pesantren kilat. Apalagi pondok pesantren dari dulu sampai sekarang selalu menggelar kegiatan yang lebih banyak di bulan Ramadhan. Istilah di kalangan masyarkat lebih di kenal dengan Pasan.

Ada hal yang berbeda yang dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Ulum 2 Kedungbunder Sutojayan Blitar. Tidak hanya ngaji rutin tetapi ada acara ngaos pasan. Ngaos pasan adalah ngaji dengan menghadirkan kyai tertentu yang diundang.

Baca Juga : Ini Harapan Ketua IKAPMII Blitar, di Harlah Ke-61 Tahun PMII

Ngaos pasan kali ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sebab dalam kondisi pandemi Covid-19. ”Ngaos pasan sebenarnya sudah bertahun-tahun dilaksanakan, namun ngaos pasan kali ini menggunakan protokol kesehatan yang sangat ketat sesuai dengan anjuran pemerintah,” tutur K.H. Agus Muadzin Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ulum 2 Sutojayan saat sambutan di pembukaan. Rabu, (21/04/2021).

“Untuk pesertanya sendiri dari santri pondok kami sendiri. Dan jadwal ngajinya dibedakan antara santri putra dan santri putri,” tambahnya.

Dalam ngaos pasan Ramadhan kali ini, di isi oleh K.H. Marzuki Mustamar Ketua PW NU Jawa Timur. Sebagaimana dijelaskan Kiai Agus, bahwa awalnya karena komunikasi dengan K.H. Marzuki Mustamar melalui whatshapp, disebabkan belum ada waktu untuk sowan kepada beliau.

“Kulo tak teng pondok mawon, sampun kangen kaleh lare pondok. Dan saya perlu menjelaskan bahwa NU itu tawasut tetap pada tengah-tengah” terang Kiai Agus sambil mebacakan Whatsapp dari K.H. Marzuki Mustamar.

Baca Juga : Teroris Bukan Jihad, Tapi Jahat

Kegiatan ini tidak berhenti di sini, nanti pada hari sabtu malam minggu, rencananya akan ada ngaos pasan yang juga diisi oleh K.H. Marzuki Mustamar di pondok Nurul Ulum 2, untuk santri Putri dan Banom NU yang ada di Kecamatan Sutojayan.

Dengan kegiatan ini, harapannya untuk mencetak generasi NU yang militan dalam menghadapi tantangan zaman, terutama anak pesantren.

“Sekali waktu sangat perlu menghadirkan tokoh, untuk memotifasi santri agar berkaca dari tokoh tersebut.” pungkas Kiai Agus.

Pos terkait