Mahasiswa UMM Kembangkan Potensi Budaya Lokal Guna Sokong Perekonomian Desa

  • Whatsapp
Mahasiswa PMM UMM bersama dengan Kepala Kelurahan Blitar.

MATABLITAR.COM – Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UMM) yang menjalani Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) mencoba menggagas adanya pengembangan potensi budaya untuk meningkatkan perekonomian desa.

Wilayah yang digunakan untuk pengembangan budaya tersebut ada di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Menurut Koordinator PMM Kelompok 71, Novia Ayu Nur Arifianti, pemilihan Kelurahan Blitar sebagai tempat untuk pengembangan budaya bukan tanpa sebab. Ia memilih wilayah itu karena masih banyak kegiatan kebudayaan yang sering diselenggarakan di situ.

Baca Juga : Resmi Berlisensi BNSP, UNU Blitar Wujudkan Cita-Cita Miliki Lembaga Sertifikasi Profesi

“Di Kelurahan Blitar, saya melihat ada potensi yang luar biasa, terutama dalam hal budaya. Apabila ini bisa dikembangkan dengan baik, bukan tidak mungkin kedepannya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya, Senin (5/7/2021).

Novia panggilan akrabnya juga mengatakan, apabila UMKM yang ada di Kelurahan Blitar itu bisa diarahkan dan diberikan pembekalan, maka ketertarikan masyarakat luar untuk berkunjung di Kelurahan Blitar kemungkinan sangat besar untuk terwujud.

“Saya sudah bertemu sejumlah pelaku UMKM. Usaha yang dikembangkan oleh mereka memang bermacam-macam, ini jelas akan mempunyai daya tarik tersendiri bagi orang luar Kelurahan sini,” jelas Mahasiswi jurusan Ekonomi Pembangunan itu.

Selain itu, kata Novia, keberadaan makam Adipati Aryo Blitar yang ada di Kelurahan Blitar seharusnya juga bisa mendongkrak ketertarikan wisatawan untuk berkunjung. Karena merupakan salah satu tempat wisata bernuansa sejarah di Kota Blitar.

“Upaya saya dan kawan-kawan mahasiswa UMM untuk mengembangkan potensi yang ada di sini untuk mendongkrak perekonomian bisa membuahkan hasil,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Blitar, Tri Nanang Karyawan mengungkapkan, potensi seni budaya di wilayahnya sangatlah besar, tetapi dengan adanya pandemi Covid-19 itu menjadi masalah besar bagi pegiat seni lantaran tidak ada pentas yang bisa dilangsungkan.

“Karena memang tidak diperbolehkan melakukan kegiatan yang sifatnya mengundang masyarakat,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menyadari Covid-19 juga berdampak pada UMKM di Kelurahan Blitar. Sebab banyaknya keluhan produsen terhadap sepinya pesanan dari para pelanggan. Ditambah lagi modal usaha yang sulit untuk didapatkan oleh para pegiat UMKM itu.

“Ini pandemi Covid-19 harus segera diselesaikan dahulu, karena memang berdampak pada banyak hal, budaya, UMKM juga menerima imbas,” pungkasnya.

Pos terkait