GenBI Kerja Bareng LAZISNU Wonodadi, Tasarufkan 100 Paket KAGUM

  • Whatsapp
GenBI Bersama Lazisnu Kecamatan Wonodadi Simbolis Serah Terima Paket KAGUM

MATABLITAR.COM- Generasi Baru Indonesia (GenBI), yang merupakan mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia Kediri di komisariat UIN Sayyid Ali Rahmatullah (satu) Tulungagung, bekerjasama dengan LAZISNU Kecamatan Wonodadi, menyerahkan 100 paket Kado Kebahagiaan Untuk Para Isoman (KAGUM). Minggu, (05/09/2021).

Kegiatan tersebut diberi nama Gerakan Sosial yang Terdampak Covid-19 (GESIT Covid-19). Paket Kagum, rencananya akan ditasarufkan melalui semua Ranting Lazisnu diwilayah Kecamatan Wonodadi, dengan syarat dan ketentuan yang telah disepakati bersama.

Baca Juga : Peringati Tahun Baru Hijriyah 1443, NU Ranting Kolomayan Gelar Santunan

Nuril Zahra selaku perwakilan GenBI, dalam sambutannya saat acara serah terima paket bantuan di gedung PAC Muslimat NU Wonodadi menuturkan, bahwa GenBI menaruh kepercayaan kepada Lazisnu Kecamatan Wonodadi, karena dalam pelaksanaan progam, sangat bagus perihal akuntabilitas publik.

“Dalam akuntabilitas publik dan transparansi progam, Lazisnu Wonodadi sangat baik. Melalui aplikasi Simzis, atau sistem informasi manajemen zakat, infak dan sedekah secara modern,” kata Nuril

“Sehingga seluruh masyarakat, bisa melihat kinerja tim, laporan kegiatan, keuangan dan sebagainya secara cepat, serta transfaran berbasis teknologi informasi,” imbuhnya.

Sedangkan Imam Fauzi, selaku Ketua Lazisnu Kecamatan Wonodadi, merasa gembira dan berterimakasih kepada GenBI, yang telah mempercayakan kerjasama tasaruf bantuan, bersama Lazisnu Wonodadi.

Baca Juga : MELAWAN KEPUTUS ASAAN

Menurutnya, progam kerjasama ini sangat positif, selain bantuan bisa dirasakan langsung oleh warga Isoman, atau yang terdampak oleh Corona Virus, juga dapat memumbuhkan jiwa sosial masyarakat, untuk membantu sesama yang membutuhkan.

“Semoga kolaborasi kegiatan ini bisa dilanjut dengan kegiatan lain, terutama terkait pemberdayaan masyarakat. Maupun riset berbasis zakat, infak dan sedekah secara ilmiah dan akademis.” harap Fauzi.

Pos terkait