Puluhan KPM PKH di Blitar, Ikuti Ujian Kejar Paket C

KPM PKH Saat Mengikuti Ujian Kejar Paket C Pokjar Sutojayan

MATABLITAR.COM- Puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Progam Keluarga Harapan (PKH) di Sutojayan Blitar tampak sumringah, pasalnya mereka mengikuti ujian kejar paket C atau setara dengan jenjang pendidikan SMA. Sabtu, (09/04/2022).

Peserta ujian kejar paket di Kelompok Belajar (Pokjar) Sutojayan ini tergolong unik, karena semua berasal dari KPM PKH yang usianya sudah tak lagi muda, tetapi masih memiliki semangat belajar tinggi.

Bacaan Lainnya

Farida Masrurin selaku Korcam Pendamping PKH Kec. Sutojayan menjelaskan, bahwa Pokjar kejar paket ini bermula dari inisiasi pendamping PKH Kecamatan Sutojayan, sebagai salah satu progam pengembangan untuk pemberdayaan KPM PKH di wilayahnya.

Setelah mencari cari relasi dan jejaring kerja, kemudian pihaknya bekerjasama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PIJAR yang beralamat di Gandosari, untuk penyelenggaraan kejar paket kepada KPM PKH Kecamatan Sutojayan.

“Total ada 29 KPM PKH yang mengikuti kejar paket C, dan 21 KPM PKH lainnya mengikuti kejar paket B. Kesemuanya kita upayakan tanpa dipungut biaya sama sekali,” Jelas Farida kepada media.

“Dalam kegiatan belajar mengajar, kita pendamping PKH dilibatkan menjadi salah satu guru atau tutornya. Selain menyampaikan beberapa pelajaran pokok, juga kita beri tambahan materi seputar kewirausahaan.” imbuhnya.

Pendidikan kejar paket yang ditempuh dalam waktu 3 tahun ini, menggunakan ruang Madrasah Diniyah (Madin) Miftahul Ulum yang terletak di Desa Bacem Kec. Sutojayan, untuk kegiatan belajar mengajarnya.

Farida berharap dengan terselenggaranya progam kejar paket untuk KPM PKH di Sutojayan ini, sedikit banyak bisa meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga KPM.

Selain secara formalnya jenjang pendidikan terahir yang mereka ikuti menjadi bertambah, mereka juga mendapat pengetahuan baru yang bermanfaat, untuk pengembangan diri dan keluarganya.

“Saya itu pernah miris. Sedikit cerita saja, dulu di sini ada KPM PKH yang ingin daftar jadi penyelenggara Pemilu ditingkat TPS Desa. Tetapi tidak bisa karena dia tidak punya ijazah SMA.” Ungkap Farida mengahiri perbincangan.

Pos terkait