Resepsi Hadis Dalam Tradisi Seribu Sholawat Di Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam Gaprang Blitar

            MATABLITAR.COM- Sholawat merupakan do’a yang disertai rahmat yang di tujukan kepada Rasulullah SAW. Membaca sholawat juga suatu ibadah yang paling ringan tetapi pahalanya sangat luar biasa dan alih-alih mendapatkan syafa’at dari Rasulullah di akhirat kelak. Sebagai orang muslim kita dianjurkan untuk bersholawat karena sesungguhnya Allah sangat memuliakan orang-orang yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana telah di jelaskan dalam Al Qur’an surah Al ahzab:56 yang berbunyi :

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

 Artinya : Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat kepada nabi dan perintah kepada semua umat Islam untuk bersholawat kepada nabi serta mengucapkan salam kepada Nabi dengan penuh kehormatan .Jadi kita sebagai umat islam sangatlah di anjurkan untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan mengharapkan syafa’at dari beliau di akhirat kelak.

          Banyak dari kalangan masyarakat Indonesia yang mengumandangkan sholawat dengan beragam cara. Seperti rutinan sholawat setiap malam jumad di mushola atau masjid , nariyahan setiap sore, acara maulidur Rosul, sholawat diba’, sholawat barzanji, sholawat manaqib, festival banjari, burdahan, sholawat simtudduror dan masih banyak lagi. Selain itu sebagian besar pondok pesantren di seluruh indonesia juga membudayakan sholawat dan menjadikannya sebagai suatu tradisi salaf yang tetap di terapkan sampai saat ini. Salah satunya di pondok pesantren Mamba’ul Hikam Gaprang yang di asuh oleh KH. Ahmad Dayyin Anwar yang membudayakan bersholawat bersama santri-santrinya setiap sesudah sholat ashar yang menjadi tradisi sampai sekarang. Dalam praktiknya pondok pesantren Mamba’ul Hikam ini menerapkan membaca 1000 sholawat atau sering di sebut “Nyewu sholawat”. Selain itu pesantren tersebut juga menerapkan pembacaan sholawat nariyah atau biasa di sebut dengan nariyyahan. Tradisi seperti ini juga di gunakan di pondok pesantren lainnya tetapi di setiap pondok pesantren pasti berbeda-beda dalam hal lafal yang di baca.

           Maka dari itulah tradisi di pondok ini terlihat berbeda dengan pondok pesantren yang lainnya. Selain itu Pondok pesantren tersebut juga melakukan rutinan sholawat barzanji dan sholawat diba’ di setiap malam jum’ad bagi santri putri. Sedangkan santri putra melakukan rutinan sholawat hadrah al habsyi maupun banjari serta sholawat manaqib. Selain itu pesantren ini juga sangat mewajibkan untuk bersholawat kepada Nabi bahkan apabila ada santri yang telat hadir dalam suatu kegiatan sholawat apapun pasti akan dikenakan takzir atau sanksi . Apa lagi saat kegiatan nyewu sholawat ini. Setiap santri yang telat lebih dari 25 sholawat harus menggantinya dengan bersholawat 1000 kali pada malam hari setelah mengaji.

           Selain itu bagi santri yang tertidur pada saat kegiatan tersebut maka akan di siram air dan di tepuk punggungnya. Kegiatan di Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam ini sebenarnya banyak sekali serta di pandang Pondok Pesantren paling ketat aturan di bandingkan pesantren lainnya yang berada di sekitarnya. Begitu banyak kegiatan di pesantren ini tetapi di pesantren tersebut mengutamakan kegiatan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Memang santri di Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam tidak seberapa banyak tetapi dari situ para santri mendapatkan pendidikan yang langsung dari pengasuh sehingga potensi santri lebih baik dan taat terhadap peraturan.

         Tradisi seribu sholawat ini diwajibkan di pondok pesantren Mamba’ul Hikam mengapa demikian karena tradisi ini sudah dilakukan sejak dahulu kala semenjak pesantren ini didirikan. Selain itu juga banyak sekali manfaat atau keutamaan dari membaca sholawat itu sendiri berikut salah satu hadis keutamaan membaca sholawat yaitu hadis riwayat Sunan An Nasa’i yang berbunyi :

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami ‘Ali bin Hujr dia berkata; telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ja’far dari Al ‘Alaa dari Bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan mengucapkan shalawat kepadanya sepuluh kali.”

             Dalam hadits ini, Nabi SAW mengatakan: “Barangsiapa mengirimkan shalawat kepadaku satu kali.” Dengan mengucap: Ya Allah, berkahilah Muhammad, atau apa pun artinya, atau doa atas Nabi SAW dalam arti meminta pemuliaan baginya dan penghormatan atas kehormatannya dari Allah, maka dia menunjukkan bahwa pahala adalah dari jenis pekerjaan. Jadi siapa pun yang meminta Tuhan Yang Maha Esa untuk memuji Utusan-Nya, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, Tuhan membalasnya sesuai dengan jenis pekerjaannya dengan memuji dia dan meningkatkan kehormatan dan kehormatannya. , dan dikatakan Itu adalah rahmat-Nya kepada mereka, dan Dia melimpahkan rahmat kepada mereka, rahmat demi rahmat, sampai rahmat-Nya mencapai angka itu.

                  Dan dikatakan: Apa yang dimaksud dengan doa-doanya atas mereka: Pendekatannya kepada mereka dengan kebaikan-Nya dan membawa mereka keluar dari kegelapan ke permuliaan dan cahaya, sebagaimana Dia, Mahasuci Dia, mengatakan: {Dialah yang mengirim berkah atasmu dan para malaikat-Nya untuk membawamu keluar dari kegelapan menuju cahaya} [Al-Ahzab: 43], dan ini dari pintu Allah SWT mengatakan dalam Hadits Qudsi yang dibawakan Al-Bukhari, bahwa Allah SWT berkata: “Aku seperti hamba-Ku berpikir tentang Aku, dan Aku bersamanya ketika dia mengingat Aku; Jika dia mengingatku pada dirinya, aku mengingatnya pada diriku sendiri, dan jika dia mengingatku di majelis, aku mengingatnya di majelis lebih baik darinya.”

                Dengan demikian do’a Seorang Muslim kepada Nabi SAW, lebih baik daripada do’anya untuk dirinya sendiri. Karena Tuhan Yang Maha Esa yang akan memberkati hamba-Nya dan menyayanginya, dan itu disebutkan dalam sebuah riwayat dengan Al-Nasa’i atas otoritas Anas bin Malik, semoga Tuhan meridhoi dia, yang mengatakan: Rasulullah SAW berkata: “Barangsiapa mengirimkan shalawat kepadaku sekali, semoga Tuhan memberkatinya.” Dia memiliki sepuluh doa, dan sepuluh dosa dihapus darinya, dan sepuluh derajat diangkat untuknya.***

Oleh : Shofy Nur Jannah

Mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

shofynurjannah206@gmail.com

Pos terkait